Mahfud MD : " Rizieq dan Dhani juga sama-sama lakukan penghinaan terhadap Presiden, bisa ditersangkakan"

Mahfud MD : " Rizieq dan Dhani juga sama-sama lakukan penghinaan terhadap Presiden, bisa ditersangkakan"


Mahfud MD sebut penghina Presiden bisa dipidanaMahfud MD sambangi KPK. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

KABAR VIRAL - 
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) MohammadMahfud MD turut berkomentar terkait saling lapor antara kubu yang pro dan kontra demo 4 November 2016 lalu. Menurut Mahfud, Ahmad Dhanidan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bisa dipidana.

Mahfud menjelaskan, siapapun yang melakukan penghinaan terhadap Presiden RI bisa dipidana. Termasuk kabar Ahmad Dhani dan Rizieq yang berorasi dengan nada menghina Presiden Jokowi.

Sementara soal laporan kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang ikut demo dan dinilai menghasut, Mahfud menilai, keduanya tak bisa dipidana, hanya tidak etis ikut demo sebagai pimpinan DPR.

"Ya pasca 411 saya bilang Rizieq dan Dhani juga sama-sama lakukan penghinaan terhadap Presiden, bisa ditersangkakan. Kalau Fadli & Fahri hanya tak layak ikut demo," tulis Mahfud MD dalam akut Twitter-nya, @mohmahfudmd dikutip merdeka.com, Jumat (18/11).
twitter mahfud md soal ahmad dhani dan habib rizieq 2016 Merdeka.com/twitter


Beragam tanggapan netizen dari cuitan Mahfud. Bahkan cuitan itu diretweet sebanyak 532 kali dan dilike sebanyak 265 kali.

Ahmad Dhani memang telah dilaporkan oleh ormas pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya. Ahmad Dhani dinilai telah menghina Presiden Jokowi saat berorasi di demo 4 November lalu. Laporannya tengah ditangani oleh Polda Metro Jaya. (MDK)
Kuasa Hukum Batal Ajukan Praperadilan Kasus Penistaan Agama

Kuasa Hukum Batal Ajukan Praperadilan Kasus Penistaan Agama

Kuasa Hukum Batal Ajukan Praperadilan Kasus Penistaan Agama

Sempat menyebut bakal menempuh upaya hukum praperadilan, kini Ketua Tim Hukum Ahok, Sirra Prayuna, menyebut pihaknya tidak jadi melakukan hal tersebut.
“Terkait pandangan berbagai pihak, saya sampaikan dengan tegas, kami tidak akan melakukan langkah hukum praperadilan,” ujar Sirra di Posko Pemenangan Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).
Keputusan itu, jelas dia, telah dikomunikasikan dengan calon gubernur nomor urut 2 tersebut. “Sudah, barusan komunikasi. Kita enggak ajukan praperadilan,” ujarnya.
‎Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Ahok berkomitmen akan tetap menjalankan dan menghormati setiap proses hukum yang bergulir. Namun, Sirra berharap masyarakat menghormati proses yang tengah berjalan.
“Jangan ada ‎yang menaruh curiga lagi. Kita percayakan sama proses hukum yang tengah berjalan,” tutur Sirra.
‎Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan berniat mengajukan praperadilan ketika ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan penistaan agama.
source : okezone

Ahok Tuding Peserta 411 Bayaran, Ust. Felix Siauw: Begitulah Kalau Otaknya Bayaran


KABAR-VIRAL - Video wawancara Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnaa (Ahok) dengan Samantha Hawley, reporter kantor berita Australia Australian Broadcasting Corportation (ABC), menjadi viral di media sosial setelah Ahok memfitnah peserta Aksi Damai Bela Islam II dibayar 500.00 rupiah dalam video tersebuit.

Ustaz Felix Siauw menyayangkan tuduhan Ahok yang menyebut aksi pada 4 November lalu dibayar. Ia mengungkapkan hanya orang yang pikirannya duniawi saja selalu berpikir untung atau rugi..

"Kita memang akan selalu berpikir dari sudut apa yang bagi kita penting. Yang tujuannya akhirat hitungannya ridha Allah, yang cuma duniawi pikirannya selalu untung atau rugi," ujarnya Felix dalam laman Facebooknya Ustadz Felix Siauw, Jumat, 18 November 2016.

Ia menegaskan, mereka yang inginkan surga tidak menghitung untung rugi bila sudah perintah Allah, dengar dan taat. Adapun yang duniawi mereka hitung, aku dapat apa atau berapa banyak.

"Wajar saja aksi #BelaQuran kemarin memicu reaksi tak wajar mereka yang hanya hitungannya duit dan uang, bagi mereka tidak mungkin peserta begitu besar datang tanpa dibayar."

"Ketika ada yang menolaknya berkampanye, tuduhan itu langsung sama, 'mereka dibayar bukan orang asli', sebab si otak duit ini memang sulit berpikir ada dorongan aqidah," jelasnya lagi.

Felix kemudian mengajak pembaca berhitung cerdas. Jika memang benar sebagian besar peserta Aksi yang berjumlah 2,3 juta dibayar 500.000, berapa yang harus dikeluarkan.

"Jika yang hadir kemarin 2,3 juta Muslim, dan katanya sebagian besar mendapat uang, berarti lebih dari 50 persen, hitung saja berapa uang yang harus dikeluarkan," tuliisnya

Ia menegaskan, umat Islam akan terus mengawal kasus penistaan Ahok.

"Kita tetap akan kawal sampai penista Al-Quran ini dihukum seberat-beratnya, kita tunjukkan bahwa kita bersuara bukan sebab apapun selain karena kita mencintai agama."

Berkut kutipan lengkap tulisan Felix Siauw dalam laman Facebooknya yang berhasl dihimpun oleh Tm Portal Piyungan.

Otak BAYARAN

Kita memang akan selalu berpikir dari sudut apa yang bagi kita penting. Yang tujuannya akhirat hitungannya ridha Allah, yang cuma duniawi pikirannya selalu untung atau rugi

Mereka yang inginkan surga Allah, tidak menghitung untung rugi bila sudah perintah Allah, dengar dan taat. Yang duniawi? Mereka hitung, aku dapat apa atau berapa banyak?

Wajar saja aksi #BelaQuran kemarin memicu reaksi tak wajar mereka yang hanya hitungannya duit dan uang, bagi mereka TIDAK MUNGKIN peserta begitu besar datang tanpa DIBAYAR

Karena yang tidak beriman memang tak mengerti dorongan iman, bagi mereka orang bisa digerakkan hanya dengan materi, maka tuduhannya selalu sama, pasti peserta aksi DIBAYAR

Ketika ada yang menolaknya berkampanye, tuduhan itu langsung sama, 'mereka DIBAYAR, bukan orang asli', sebab si otak duit ini memang sulit berpikir ada dorongan aqidah

Bisa jadi ukuran itu didapatkan dari dirinya sendiri, yang harus DIBAYAR untuk melakukan sesuatu, tak memahami dorongan aqidah selain hanya dunia dan dunia

Dan tuduhan pun sudah dilayangkan "kebanyakan mereka (yang ikut aksi #BelaQuran), mereka bilang mereka dapat uangnya, 500.000", angkuhnya menuding

Jika yang hadir kemarin 2,3 juta Muslim, dan katanya sebagian besar mendapat uang, berarti lebih dari 50%, hitung saja berapa uang yang harus dikeluarkan?

Dan sebaliknya, justru kita berani membuktikan sebagian besar datang dengan pengorbanan masing-masing, sukarela demi menunjukkan kecintaannya pada Al-Quran

Lihat baik-baik, takkan tenang kaum Muslim bila orang-orang angkuh semisal ini diberikan tempat, senantiasa memecah belah, menuduh, menuding, jadikan suasana tak damai

Kita tetap akan kawal sampai penista Al-Quran ini dihukum seberat-beratnya, kita tunjukkan bahwa kita bersuara bukan sebab apapun selain karena kita mencintai agama ini

Ohya, saya ingin tahu secara umum saja, siapa yang hadir di aksi #BelaQuran 411 dan dibayar? Tolong komen disini? Dan yang nggak dibayar, silakan komen juga 😊😊😊  (pp)

Ibu Ini Marah AKSI BELA ISLAM Dituduh Terkait PILKADA: "Kami Wajib Membela Agama Sampai Titik Darah Penghabisan!"



KABAR-VIRAL - AKSI BELA ISLAM yang bergulir secara nasional sejak 14 Oktober 2016 mengusung tuntutan penegakkan hukum bagi pelaku penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama.

Tak ada agenda lain bagi umat Islam terjun ke jalan-jalan di berbagai pelosok tanah air melakukan aksi selain karena soal membela agama. Tak ada urusan dengan Pilkada manapun.

Seorang ibu-ibu yang merupakan pendukung Aksi Bela Islam bahkan marah atas tuduhan beberapa pihak yang menuding Aksi Bela Islam terkait Pilkada DKI Jakarta.

Ditanya tentang Aksi Bela Islam, ibu-ibu ini bahkan langsung berorasi berapi-api.

"Ini bukan masalah SARA, bukan masalah pilkada, tapi Kitab kami dinistakan, Agama kami dihinakan. Kami wajib membela agama kami sampai titik darah penghabisan. Allahu Akbar! Allahu Akbar!"

Semangat orasi ibu-ibu ini bahkan mengalahkan Habib Rizieq.

Lihat videonya diatas. (pp)

Militer Myanmar Lakukan Genosida terhadap Suku Rohingya


KABAR-VIRAL - Pengamat Politik Myanmar dari Universitas Deakin Australia, Anthony Ware mengatakan, terdapat dukungan kuat dari kelompok mayoritas Budha di Myanmar untuk melakukan aksi-aksi anti-Rohingya. Aksi tersebut dipimpin oleh para biksu Budha ultra nasionalis.

"Di Myanmar Muslim sering dianggap sebagai nasionalisme padahal Muslim itu penganut agama, bukan bangsa tertentu. Orang-orang Budha di Myanmar menilai Muslim sebagai ancaman bagi keamanan nasional dan ancaman bagi agama Budha," katanya dilansir CNN, Jumat, (18/11).

Sebelumnya, militer juga sering melakukan kekerasan dan pemerkosaan terhadap tentara anak-anak. Kelompok HAM telah mendokumentasikan kejahatan militer Myanmar sejak lama. Terutama kejahatan terhadap etnis minoritas di Rakhine dan Kachin. "Saat ini Rakhine berada dibawah kendali militer. Penduduk Rakhine tak bisa berbuat apa-apa," ujar Ware.

Pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan, militer Myanmar saat ini sedang melakukan genosida terhadap suku Rohingya. Mereka melakukan segala cara untuk memusnahkan suku Rohingya dari muka bumi.

Militer Myanmar, ujar Smith, sedang memusnahkan umat Muslim di Rakhine. Mereka sedang melakukan kejahatan internasional.

"Kami telah mendokumentasikan bagaimana pemerintah di Rakhine berencana menghancurkan rumah-rumah suku Rohingya sebelum terjadinya kerusuhan Oktober lalu. Dokumen itu menunjukkan bagaimana strategi mereka menghancurkan Muslim Rohingya," katanya. (rol)

Ahok Dikawal Ratusan Polisi, Warga: Itu Teroris Atau Bandar Narkoba?


KABAR-VIRAL -  Warga Jalan Pademangan VIII Raya, Pademangan, Jakarta Utara tampak terkejut dengan banyaknya anggota kepolisian yang mendatangi wilayahnya saat kunjungan politik calon gubernur Basuki T. Purnama (Ahok), Jumat (18/11/2016).

Beberapa warga mengira di daerah tempat tinggalnya sedang terjadi penggerebakan bandar narkoba lantaran banyaknya polisi berseragam yang berseliweran di depan mereka.

“Oh ada Ahok, saya kira mau ada penangkapan teroris atau bandar soalnya polisi banyak banget,” ujar Yana kepada Kriminalitas.com.

Sementara itu, Kapolsek Pademangan Kompol Andi Baso Rahman mengatakan pihaknya menerjunkan 200 personel yang terdiri dari Polsek Pademangan dan BKO Brimob dari Polda Metro Jaya.

“Ini tugas kami, tidak ada permintaan. Tadi ada Sandiaga Uno juga jam 13.00 di Wilayah RW 10, jadi penjagaan sekalian,” ujar Andi yang turut mengamankan aksi blusukan Ahok.

Pantauan Kriminalitas.com di lokasi, anggota kepolisian tampak tersebar di beberapa titik untuk mengantisipasi kericuhan jika ada warga yang menolak kedatangan calon petahana tersebut.

Tak seperti sebelunya, kampanye Ahok di lokasi itu berjalan kondusif dan tak ada aksi penolakan. Pasalnya, kampanye pasangan Ahok-Djarot memang kerap mendapat penolakan dari warga sehingga anggota kepolisian yang mengamankan pasangan ini lebih banyak dibandingkan paslon lainnya. (kr)

Survei LSI: Massa PDI P Paling Banyak Tinggalkan Ahok


KABAR-VIRAL - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia menunjukan pendukung Ahok-Djarot paling banyak meninggalkan dukungan yang berlatar belakang politik berasal dari PDI Perjuangan.

Setelah penyidik Bareskrim Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, elektabilitas pasangan Ahok-Djarot merosot.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, 53,50 persen pendukung pasangan tersebut berlatar belakang massa PDI Perjuangan, sebagaimana hasil survei LSI dari 31 Oktober hingga 5 November 2016.

"Setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka, turun menjadi 24,30 persen," ujar peneliti LSI Ardian Sopa di kantor LSI milik Denny Januar Ali, Jakarta Timur, Jumat18 November 2016.

Setelah PDI Perjuangan, berikutnya Partai Persatuan Pembangunan. Sebelum Ahok tersangka, jumlah dukungan PPP mencapai 16,7 persen. Setelahnya mereka angkat kaki.

Sedangkan Partai NasDem di urutan ketiga yang tak mendukung Ahok. Sebelum disangka oleh polisi, dukungan kader NasDem tembus 42,90 persen, lalu melorot jadi 28,60 persen.

Posisi berikutnya pendukung Partai Gerindar. Ada 21,40 persen massa Gerindra mendukung Ahok, tapi setelah penetapan hanya bersisa 10,70 persen.

Jumlah responden LSI dalam survei terbaru yakni 440 orang, untuk mewakili pemilih Jakarta yang jumlahnya sekitar 7 juta. Survei digelar jauh sebelum Ahok sebagai tersangka.

Survei tersebut menanyakan bila Ahok tidak jadi tersangka dan bila Ahok dijadikan tersangka kasus penistaan Agama. Secara keseluruhan hasil survei elektabilitas Ahok merosot hingga 24,6 persen. (pp)

CATAT! MUI Tegas Tetap Keluarkan Fatwa, Sekalipun Ahok Muslim


KABAR-VIRAL -  Majelis Ulama Indonesia tetap akan mengeluarkan fatwa penistaan agama terhadap pernyataan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sekalipun dia misalnya beragama Islam.

"Bukan karena nonmuslin, etnis atau karena calon gubernur," kata Wakil Sekjen MUI, Muhammad Zaitun Rasmin dalam diskusi  “Ahok Effect'” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016).

MUI menurut Zaitun, sebelum mengeluarkan fatwa penistaan agama, sebetulnya sudah menyampaikan kepada pihak Ahok agar tidak sembarangan dalam bersikap maupun berbicara.

"Kami sudah memberi nasihat karena memang disadari ada potensi, tapi sayang (reaksinya) terlambat," katanya.

Polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama, menyusul pernyataannya di Kepuluaan Seribi, 27 September 2016 yang mengutip surat Al Maidah 51. Ujaran Ahok itu kemudian menimbulkan protes umat Islam dan menjadi isu nasional.
.
Zaitun menjelaskan, fatwa MUI dimaksudkan agar Ahok tidak mengulangi perbuatannya, tapi fatwa MUI dimanfaatkan segelintir orang yang ingin membuat suasana pilgub menjadi panas.

“Caranya dengan dikatik-kaitkan ke berbagai isu dan akhirnya menjadi polemik berkepanjangan,” katanya. (rn)

Tokoh Tionghoa Yang Ikut Aksi 411 Polisikan Ahok Terkait Tuduhan Peserta Aksi 411 Dibayar Rp 500Ribu


KABAR-VIRAL -  Tokoh Tionghoa dan pejuang anti korupsi, Lieus Sungkharisma, hari Jumat (18/11) kemarin melalorkan Gubernur (non-aktif) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Polda Metro Jaya.

Ketua Komunitas Tionghoa Anti Korupsi ini melaporkan Ahok atas dugaan pencemaran nama baik, karena ia merasa Ahok telah memfitnah dirinya, dan 2 juta peserta Aksi Damai 4 November 2016.

Lieus yang turut ikut dalam Aksi 411 menganggap, wawancara Ahok dengan salah satu media asing beberapa waktu lalu, adalah sebuah fitnah. Dalam pernyataannya, Ahok mengatakan bahwa massa yang turun ke jalan pada tanggal 4 November adalah orang-orang bayaran, dengan upah 500 ribu Rupiah.

Laporan Lieus secara resmi diterima Polda Metro Jaya dengan nomor LP / 5666 / XI / 2016 / PMJ / Dit.Reskrimsus tanggal 18 Nopember 2016.

Sebelumnya, Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) juga telah melaporkan Ahok dengan kasus yang sama terkait dugaan fitnah dan penghinaan melalui pernyataan bahwa peserta Aksi Damai 411 dibayar Rp 500 ribu per orang.

Laporan disampaikan perwakilan ACTA, Habiburokhman di Gedung Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kawasan Gambir Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).

Ahok yang sudah jadi tersangka kasus penistaan agama ternyata tak jera, masih tidak bisa menjaga mulutnya. (pp)

Ini Gambaran Pembantaian Militer Myanmar Terhadap Muslim Rohingya


KABAR-VIRAL - Dalam sebuah video terlihat rumah-rumah suku Rohingya dihancurkan dan dibakar oleh militer Myanmar. Mayat-mayat suku Rohingya terlihat bermunculan dari dalam lumpur dan abu.

Pemandangan yang sangat kejam dan mengerikan sebagai gambaran genosida militer Myanmar terhadap suku Rohingya di utara Rakhine. Human Rights Watch (HRW) menyatakan, ratusan rumah suku Rohingya di desa-desa dihancurkan hingga luluh lantak oleh militer Myanmar.

Ini menimbulkan kekerasan yang terus-menerus antara militer Myanmar dengan suku Rohingya. Kekejaman militer Myanmar sudah di luar batas kemanusiaan.

Pemerintah Bangladesh mengatakan, puluhan suku Myanmar banyak yang menyeberang ke Bangladesh dari perbatasan Myanmar. Mereka berusaha melarikan diri dari militer Myanmar.

Sebuah gambar satelit menunjukkan militer Myanmar menghancurkan desa Kyet Yoe Pyin yang penduduknya merupakan suku Rohingya. Kekerasan pada awal Oktober menunjukkan sejumlah tentara dan polisi Myanmar dibunuh oleh 300 kelompok pria bersenjata.

Kekerasan terus terjadi di Myanmar yang dipicu oleh kekejaman militer dengan membunuh puluhan suku Rohingya dan menangkan 230 suku Rohingya. Menurut HRW, kematian akibat kekerasan militer terhadap suku Rohingya bisa mencapai ratusan jiwa lebih.

Rakhine merupakan tempat tinggap suku Rohingya yang beragam Islam di Myanmar. Mereka terus mengalami represi dan diskriminasi dari Pemerintah Rohingya walaupun sesungguhnya mereka merupakan penduduk Myanmar.

Saat ini militer menduduki 25 persen kursi di Parlemen Myanmar. Kekuasaan mereka masih sangat kuat dalam mengontrol Myanmar.

Pendiri Fortify Rights di Bangkok, Matthew Smith mengatakan, Pemerintah Myanmar terus-menerus menyangkal kalau mereka telah melakukan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok minoritas Myanmar, suku Rohingya. "Jika pelanggaran HAM dilakukan oleh pemerintah maka setiap orang di negara tersebut seharusna mulai memperhatikan," katanya seperti dilansir CNN, Jumat, (18/11).

Mantan Sekjen PBB Kofi Annan mengatakan, jika kekerasan dan represi terhadap suku Rohingya di Rakhine terus-menerus dilakukan oleh Myanmar maka negara tersebut akan mengalami ketidakstabilan.

Utusan PBB Zainab Hawa Bangura mengatakan, pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita dan gadis-gadis Rakhine merupakan bagian dari kekerasan yang berdasarkan kebencian terhadap suku tertentu. Ini sangat mengerikan.

Juru Bicara Kepresidenan Myanmar Zaw Htay mengatakan, militer tak membakar dan menghancurkan rumah-rumah suku Rohingya. Mereka juga tak memperkosa wanita Rohingya. "Kami akan bekerja sama dengan media untuk membahas isu-isu yang sensitif di masa depan," ujarnya. (rol)

Lewat Pengacara, Ini Pesan Khusus Sutan Bhatoegana Sebelum Meninggal


KABAR-VIRAL - Mantan Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Sutan Bhatoegana, meninggal dunia pagi ini. Sebelum meninggal, Sutan menyampaikan pesan khusus kepada tim pengacaranya.

Pesan itu disampaikan Sutan tiga hari yang lalu kepada Feldy Taha, salah satu pengacaranya. Saat itu Feldy membesuk ke RS BMC Bogor, tempat Sutan dirawat.

"Tak banyak yang disampaikan. Tapi memang yang beliau khusus sampaikan kala itu," ujar Fedly dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (19/11/2016).

Pesan tersebut terkait dengan laporan Sutan ke Bareskrim Polri mengenai kesaksian palsu dua orang saksi di persidangan suap untuk anggota Komisi VII DPR. Kasus tersebut menjerat Sutan dan membuatnya dikenai hukuman 12 tahun penjara.

"Ada dua orang yang dilaporkan. Karena kesaksian palsu," ujar Feldy.

Kesaksian dua orang yang disebut palsu tersebut, kata Feldy, memberatkan Sutan di persidangan. Sutan meminta laporan itu di-follow up tim pengacara.

"Kami diminta untuk follow up. Itu pesan yang beliau sampaikan," kata Feldy. (dtk)

PERNYATAAN SIKAP GNPF-MUI Terkait "Aksi 2 Desember"


PERNYATAAN SIKAP GNFP MUI:

Oleh sebab saudara AHOK sudah menjadi TERSANGKA, maka kami meminta agar segera DITAHAN, karena beberapa alasan:

1. Sudah dinyatakan sebagai TERSANGKA dengan ancaman 5  TAHUN PENJARA sesuai pasal 156a KUHP.

2. Berpotensi MELARIKAN DIRI walau sudah DICEKAL Mabes Polri.

3. Berpotensi HILANGKAN BARANG BUKTI lainnya, selain yang sudah disita POLRI, termasuk perangkat rekaman resmi Pemprov DKI Jkt yang berada di bawah wewenangnya.

4. Berpotensi MENGULANGI PERBUATAN sesuai dengan sikap AROGANNYA selama ini yang suka mencaci dan menghina Ulama dan Umat Islam, seperti ini pernyataan pada hari yang sama diriny dinyatakan sebagai tersangka Rabu 16 November 2016 di ABC News yang menyatakan bahwa peserta Aksi Bela islam 411 dibayar per orang Rp.500 ribu.

5. Pelanggarannya terhadap HUKUM telah membuat HEBOH NASIONAL & INTERNASIONAL yang BERDAMPAK LUAS, serta telah menyebabkan jatuhnya KORBAN luka mau pun meninggal dunia, bahkan berpotensi PECAH BELAH Bangsa dan Negara Indonesia.

6. Selama ini semua TERSANGKA yang terkait Pasal 156a KUHP langsung DITAHAN, seperti kasus Arswendo, Lia Aminuddin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq, dsb, sehingga tidak ditahannya Ahok setelah dinyatakan sebagai Tersangka terkait Pasal 156a KUHP ADALAH KETIDAKADILAN DAN menjadi presiden buruk bagi Penegakan Hukum.

Maka:
Karena Ahok tidak ditahan, GNPF-MUI akan gelar AKSI BELA ISLAM III
Pada Tanggal: 2 DESEMBER 2016
AKSI DAMAI & DOA UNTUK NEGERI

- SHALAT JUMAT (JUMAT KUBRO)
- ISTIGHOTSAH
- MAULID AKBAR

Tempat: Sepanjang jalan protokol Sudirman – Thamrin

- Ulama dan Umat Islam tetap bersatu rapatkan barisan
- Waspada penggebosan dan adu domba
- Ikhlaskan niat & bulatkan tekad

Ikuti terus info resmi dari kami di:
FB: Bela Quran
Twitter: @belaquran
Instagram: @bela.quran (pp)


Massa Parade Bhineka Tunggal Ika juga Injak Rumput dan Taman DKI


KABAR-VIRAL - Massa Parade Bhinneka Tunggal Ika yang menggelar aksi damai mengangkat tema kebinekaan, menginjak rumput dan taman di sekitar kawasan Bundaran BI Patung Kuda. Massa yang dikoordinir dari berbagai daerah di Ibu Kkota ini sebagian lebih memilih berteduh di kawasan taman karena teriknya sinar matahari.

Pantauan Republika.co.id, Sabtu (19/11), walaupun sebagian massa berkumpul di panggung utama di tengah teriknya sinar matahari, namun tidak sedikit yang memilih berteduh di kawasan taman dan di bawah rindangnya pohon kawasan Bundaran BI.

"Panas Mas jadi duduk di sini aja," kata Desi, warga Tanah Tinggi yang dikoordinir satu bus berangkat sejak pagi.

Selain Desi banyak juga massa lain yang memilih duduk di taman-taman sehingga terlihat beberapa tanaman dan rumput terinjak-injak oleh massa aksi. Walau demikian, kebersihan di wilayah taman tetap dijaga.

Panitia aksi parade kebinekaan sepertinya sadar soal kebersihan ini, dengan adanya tim kebersihan yang membawa kantong sampah untuk memungut sampah dan botol minuman yang tercecer.

Penggagas Parade Bhinneka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada mengatakan pihaknya melakukan aksi ini berusaha dengan damai dan tertib sehingga massa diminta untuk tetap menjaga ketertiban dan taat aturan. Tapi ia menegaskan Parade Bhinneka Tunggal Ika tidak sama dengan aksi sebelumnya yang mengerahkan massa ratusan ribu.

"Kita tidak ingin seperti aksi yang kemarin, bagi kami bukan kuantitas tapi kualitas aksi secara damai dan taat aturan yang kita sampaikan," kata dia. (rol)

SURAT TERBUKA Dukungan AM FATWA: “MENUJU AKSI SUPER DAMAI” 2 Desember 2016


SURAT TERBUKA AM FATWA
“MENUJU AKSI SUPER DAMAI”

Berkenaan dengan rencana aksi ‘Bela Islam Jilid III’, 2 Desember 2016, selaku anggota parlemen, senator dari DKI Jakarta, saya menghimbau masyarakat, untuk terus mengawal proses hukum kasus penistaan agama oleh Ahok. Rakyat harus memastikan Presiden Jokowi menepati janjinya, dan keadilan hukum benar-benar ditegakkan. Kita harapkan aksi nanti berlangsung super damai, dengan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya provokasi yang ingin merusak.

Gerakan rakyat dalam berbagai aksi akhir-akhir ini, tidak terlepas dari kecurigaan dan kekhawatiran rakyat, bahwa Indonesia terancam dikuasi oleh konglomerasi taipan. Pemerintah Jokowi harus sadar bahwa masyarakat sudah lama merasakan adanya ketidakadilan. Cengkeraman ‘Asing’ dan ‘Aseng’ terhadap perekonomian nasional, harus diwaspadai. Karena jika semakin menguat, maka nasib nawacita akan menjadi isapan jempol belaka. Kebijakan politik pemerintah juga akan dikendalikan oleh konglomerasi taipan, sehingga kedaulatan bangsa dan negara menjadi taruhannya.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan adanya peningkatan besar investasi riil dari Cina. Sementara dari hasil razia Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI, tertangkap ribuan orang asing dari Cina yang melanggar izin kunjungan. Mereka melanggar kebijakan bebas visa, bekerja secara illegal di beberapa daerah. Di saat tingkat pengangguran semakin tinggi, justru pemerintah seolah membiarkan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Aksi Damai Jilid III nanti, adalah apresiasi dan aspirasi kecintaan rakyat dan umat Islam terhadap keutuhan NKRI, semangat nasionalisme itulah yang menggerakkan rakyat, menuntut pemerintah untuk menindak tegas siapa saja yang merusak keharmonisan, kebhinekaan, serta kedaulatan bangsa dan Negara Indonesia. Pemerintah tidak perlu risau dengan Aksi Damai Jilid III, apalagi mencurigai seolah-olah ada gerakan yang ingin menjatuhkan pemerintahan Jokowi.

Salam Perjuangan,

AM FATWA
Anggota DPD RI


Petani Majalengka Ditembaki Gas Airmata, Netizen Layangkan Surat Terbuka Untuk Jokowi


KABAR-VIRAL - Seorang netizen pemilik nama akun facebook @LangitAmaravati membuat kejutan dengan membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi di Facebook. Postingan tersebut mendadak menjadi viral setelah banyak netizen lain yang membagikan dan mengomentari surat terbuka tersebut.

Surat tersebut ditujukan langsung kepada Presiden Jokowi pasca peristiwa penembakan gas air mata terhadap seratusan petani di Majalengka yang dilakukan oleh personel gabungan gara-gara menolak lahannya diukur untuk pembangunan bandara Kertajati.

Berikut isi surat terbuka untuk Presiden Jokowi yang menjadi viral di media sosial:

Yang terhormat Presiden Joko Widodo
Selamat malam, Pak. Sudah selesai acara minum tehnya? Jika Bapak tidak sedang sibuk, mungkin Bapak perlu berkenalan dengan kawan-kawan saya ini. Yang sebelah kiri Pak Karsiman, yang sebelah kanan Pak Dastam.
.
.
Mereka berdua memang bukan orang penting, hanya dua orang petani yang sedang mempertahankan tanah mereka. Bukan seperti Pak Prabowo yang baru saja Bapak temui, pemilik jutaan hektar tanah yang tentu saja tak mungkin kena gusur. 
.
.
Perlu pula saya sampaikan bahwa saat ini mereka sedang berada di Polda Jabar, mereka dan beberapa orang lainnya diciduk atas tuduhan provokasi. Lucu ya, Pak. Jika petani yang mati-matian mempertahankan tanah kami sendiri malah di-BAP, eh yang membakar ribuan hektar hutan bebas begitu saja. 
.
.
Ah, mungkin Bapak ingin bertanya mengapa mereka terluka. Biasalah Pak, bentrokan dengan aparat. Sayangnya Pak Karsiman juga dapet bonus dipukuli polisi waktu di Polres Majalengka. Apa? HAM? Memangnya kami masih punya? 
.
.
Kita ini negara hukum bukan, Pak? Saking negara hukumnya, kawan-kawan saya ini sampai sulit sekali mendapatkan pertolongan pertama. Klinik Polda Jabar sudah tutup, polisi tidak bersedia mendatangkan dokter, mereka tidak bisa pula dibawa ke UGD.
.
.
Tapi Bapak jangan khawatir, kami orang-orang kecil sudah terbiasa terluka. Kami sudah terlatih dihadiahi popor senjata atau sekadar gas air mata. Meskipun tanah kami terus-menerus dirampas oleh negara, meskipun hak asasi kami diinjak-injak oleh penguasa, kami akan tetap hidup. 
.
.
Saya hanya mau minta tolong, tolong sampaikan kepada seluruh pihak yang terkait dengan proyek ini, proyek yang dijadikan ajang memperkaya diri sendiri, juga tolong sampaikan kepada Gubernur Jabar kami tercinta. Jika bandara internasional yang megah itu kemudian dibangun, tolong diingat bahwa kebanggaan semu itu berdiri di atas air mata dan darah kami. Para petani. Air mata dan darah kami. Rakyat Bapak sendiri.
.
.
Salam,
~eL
#SaveSukamulya



Sebelumnya diberitakan seratusan petani Desa Sukamulya, Kabupaten Majalengka, ditembak senapan berpeluru gas air mata oleh 1.500 personel gabungan, Kamis (17/11/2016).

Sekretaris Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Mohamad Ali, mengatakan penembakan tersebut terjadi ketika ratusan petani tersebut menggelar aksi untuk menolak proses pengukuran lahan, yang ditujukan untuk pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), atau yang juga kerap disebut Bandara Kertajati.

"Penembakan gas air mata itu dilakukan setelah waga gagal bernegosiasi agar pengukuran lahan untuk BIJB dibatalkan. Tuntutan kaum tani ini wajar, karena belum pernah ada kesepakatan dengan warga. AGRA mengecam keras tindakan penembakan tersebut," tegas Mohamad Ali.

Selain menembaki petani, kata dia, polisi juga menangkap 7 petani. Ketujuh petani itu ialah, Darman, Zainudin, Carsiman, Sudarman, Kasta, Lamri, dan Torjo.

"Serangan polisi terhadap warga juga mengakibatkan kurang lebih 70 hektar sawah yang ditanami padi dan cabai milik petani rusak. Dua saung petani juga dirusak," tutur Ali. (tn)

Demo “Parade Bhinneka Tunggal Ika” Ala Pendukung Ahok Sepi Peminat; Netizen: Diikuti Jutaan Makhluk Ghaib


KABAR-VIRAL - Ratusan orang berkumpul di Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka akan mengikuti Parade Bhinneka Tunggal Ika.

Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (19/11/2016) mereka kompak mengenakan kaus bernuansa merah dan putih. Sebagian besar kaus yang mereka kenakan bertuliskan 'Relawan Nusantara'.

Ada dua mobil komando yang sudah bertengger di lokasi. Mobil itu dilengkapi spanduk dengan tuliasn 'Jangan Ada Lagi Kekerasan - Bhineka Tunggal Ika'.

Rencananya mereka akan berjalan hingga ke Bundaran HI dan kembali ke Patung Kuda. Setelah itu juga ada pementasan kesenian tradisional.  (bag/bag)

Link: http://news.detik.com/berita/d-3349139/ratusan-orang-ikuti-parade-bhinneka-tunggal-ika-di-patung-kuda-jakarta

Parade yang disebut-sebut sebagai "Tandingan" Aksi 411 Umat Islam itu sepi peminat. Terlihat dari jumlah peserta yang hadir hanya berkisar ratusan perserta saja.

Demo yang semula di agung-agungkan akan diikuti sekitar seratus ribu perserta dari seluruh Indonesia ternyata hanya dikuti oleh ratusan peserta seperti diliput detikcom.

Walau beberapa pendukung Ahok di sosmed berusaha membuat Parade ini "terlihat" banyak dengan cara memainkan "angle" pengambilan foto, namun foto dari atas hasil jepretan Liputan6 memperlihatkan dengan jelas jumlah peserta yang sangat sedikit.

HARAPANNYA pengen seperti AKSI 411 yang diikuti JUTAAN MASSA...

TAPI KENYATAAN..... (pp)

Seorang netizen warga DKI Jakarta muslim keturunan Tionghoa, Lou Chin Lung menulis di beranda facebooknya.

"bundaran HI
pada siang hari ini
PARADE
BHINEKA TUNGGAL IKA
dipadati oleh jutaan makhluk ghaib"

Tulisnya, Sabtu (19/11), yang membuat netizen lain ketawa.




Presiden Jokowi: Cari 10 Ribu Juru Ukur Tanah


KABAR-VIRAL - Presiden Joko Widodo meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang mencari 10 ribu juru ukur tanah dan juru data. Perintah ini dia berikan agar 5 juta sertifikat tanah bisa selesai pada 2017.

“Juru ukur tidak usah dari birokrasi tidak apa-apa. Silakan cari dari luar, berikan sertifikasi yang jelas untuk kompetensinya, untuk ngukur-ngukur itu. Karena problemnya ada di sini, problemnya ada di juru ukur,” ungkap Presiden, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, 19 November 2016. Menurut dia, juru ukur ini tidak perlu harus pegawai negeri sipil karena proses penerimaannya akan memakan waktu lama.

Selama ini, Jokowi mengungkap setiap tahun hanya 1 juta tanah yang tersertifikasi. Selama bertahun-tahun, imbuhnya, pengurusan sertifikat tanah ini terkendala karena kekurangan juru ukur tanah. Akibatnya, pengurusan sertifikat tanah ini memakan waktu berbulan-bulan.

Dia yakin, jika juru ukur itu terekrut semua, jumlah pengurusan sertifikat tanah akan melonjak tahun depan. Dia bahkan berharap, sertifikat tanah yang selesai bisa naik 2 juta per tahun.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengatakan, jika mudah membuat sertifikat tanah, masyarakat akan mudah mengakses kredit perbankan. Ketika makin banyak rakyat yang dapat mengakses layanan perbankan, Presiden meyakini hidup mereka akan lebih teratur karena pengaturan keuangan pribadinya akan lebih baik.

“Ini jelas. Beda kalau nyimpen di rumah, nyimpen di bawah kasur, nyimpen di lemari sama di perbankan akan berbeda. Mereka bisa lebih hemat, mereka lebih siap menghadapi kebutuhan di masa depan,”
tutur Presiden dalam peluncuran Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang juga dihadiri sejumlah menteri terkait--termasuk  Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil-- pejabat setara menteri, duta besar negara sahabat, dan gubernur seluruh Indonesia.

Diakui Presiden, ini sebuah pekerjaan yang besar bagi pemerintah karena meningkatkan keuangan inklusif di Indonesia adalah langkah penting dalam perjuangan melawan kemiskinan dan kesenjangan sosial. “Tanpa ini sulit. Kita akan lakukan itu,” ujarnya. (ot)

Ikut Parade Bhinneka Tunggal Ika, Warga Dijanjikan Dapat Uang Rp50.000


KABAR-VIRAL - Sekitar 2.000 orang menggelar parade Bhinneka Tunggal Ika di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11). Massa berpawai menuju Tugu Tani dan kembali berakhir di Patung Kuda.

Pantauan Aktual.com massa mengenakan kaos bernuansa merah putih yang bertuliskan ‘Relawan Nusantara’ Gerakan Save Pancasila H3 Save Indonesia.

Ambar, satu warga Menteng Jakarta Pusat, menuturkan dirinya mengikuti parade ini lantaran diajak oleh tetangganya. Dia mengaku tak tahu menahu soal kegiatan ini.

“Tadi pagi saya diajak sama tetangga katanya cuma pawai,” kata dia di lokasi.

Saat ditanya lebih jauh soal tujuan acara ini dan siapa penanggung jawab, dia lagi-lagi tak mengetahuinya.

Kata Ambar, warga Menteng yang terlibat dalam kegiatan ini ada dua bus Metromini.

“Pokonya tadi dua metro. Dapat makan satu kali. Nanti selesai acara dikasih Rp50 ribu buat transport,” ungkap dia.

Dalam parade ini juga juga diwarnai pementasan kesenian tradisional yang ditampilkan di atas panggung yang berdiri di silang Monas, Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.


Di sosial media Twitter ramai beredar foto-foto yang diduga saat pembagian uang untuk peserta.

Padahal sebelumnya AHOK menuding Aksi Bela Islam 4 November adalah demo bayaran.

TERNYATA???? (pp)

Donald Trump Dipolisikan, Dilaporkan Melakukan Penipuan Universitas


KABAR-VIRAL - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadapi tuntutan hukum atas dugaan penipuan. Ia disebut tidak memenuhi janji terhadap tiga orang mahasiswa di universitas miliknya.

Mantan mahasiswa di Universitas Trump, New York, menggugat miliarder itu untuk membayar kerugian sebesar 35 ribu dolar AS. Ia dikatakan secara diam-diam memungut bayaran dari mereka sebagai biaya mendapatkan pendidikan.

Jaksa Agung AS Eric Schneiderman mengatakan terdapat lebih dari 6000 korban penipuan Trump di universitas miliknya. Secara keseluruhan, mereka menderita kerugian hingga 25 juta dolar AS dan meminta perjanjian penyelesaian tersebut segera mungkin.

"Para korban di Universitas Trump telah menunggu bertahun-tahun datangnya hari ini. Mereka dijanjikan dengan penyelesaian kerugian sebesar 25 juta dolar AS," ujar Schneiderman, dilansir BBC, Sabtu (19/11).

Seperti diketahui, Universitas Trump telah ditutup pada 2010 lalu Schneiderman mengatakan institusi pendidikan itu telah melakukan penipuan dari awal hingga akhir. Pihak-pihak di sana menggunakan janji palsu untuk menargetkan orang yang putus asa dan ingin melanjutkan sekolah mereka dengan baik.

Universitas Trump menjanjikan siswa kesempatan belajar bersama dengan guru terpilih. Namun, belakangan hal itu diketahui tidak dilakukan, bahkan guru-guru yang dipilih juga tak secara langsung ditunjuk oleh pria berusia 70 itu.

Sebelumnya, dua kasus penipuan terkait universitas ini telah diminta oleh Hakim Distrik AS Gonzalo Curile untuk diselesaikan di luar pengadilan. Juni lalu,

Trump juga mengatakan telah memenangkan gugatan atas kasus itu dan memilih untuk tidak menyelesaikan apapun atas tuntutan yang diajukan padanya. "Saya bisa menyelesaikan kasus itu, namun hanya memilih untuk tidak menyelesaikannya dan saya akan memenangkannya," jelas Trump. (rol)

Walikota AS Mundur Setelah Tak Sengaja Hina Michelle Obama di Facebook, Di Sini Tak Tahu Malu


KABAR-VIRAL - Ini contoh kejadian terbaru di AS. Beverly Whaling, Walikota Clay County sebuah kota kecil di negara bagian West Virginia mengundurkan diri pada Selasa (15/11) kemarin setelah menanggapi komen rasis di facebook soal Michelle Obama (kulit hitam) yang dianggap sebagai "Ape in Heels" atau kira-kira berarti: kera dengan sepatu hak tinggi.

Ujaran "Ape in Heels" itu dilontarkan Pamela Ramsey Taylor seorang Direktur Perusahaan Pembangunan di kota Clay County (yang penduduknya semua kulit putih) -- dan ditanggapi Walikota dengan mengatakan bahwa komentar itu "just made my day" atau "telah menceriakan harinya" oleh si Walikota.

Kejadian itu berawal dari komentar Taylor di akun Facebook miliknya yang menyatakan, “Sangat menyegarkan memiliki lagi seorang Ibu Negara yang berkelas, cantik, dan bermartabat di Gedung Putih. Saya capek melihat 'kera dengan sepatu hak tinggi',” kata Taylor merujuk pertemuan antara Michelle Obama dan Melania Trump, istri dari presiden terpilih AS Donald Trump.

Whaling mengomentari pernyataan rasis itu dengan menyatakan hal itu telah menceriakan harinya ("just made my day").

Sontak saja, Whaling mendapat banyak kecaman dan protes dari berbagai kalangan. Masyarakat juga langsung mengeluarkan sebuah petisi untuk menyerukan pengunduran diri Walikota.

Meskipun Clay County hanya memiliki populasi kecil, tapi pesan di Facebook sangat cepat menyebar dan meluas.

And within hours -- hanya dalam hitungan jam si Walikota langsung mengundurkan diri. Taylor si Direktur juga telah diberhentikan dari jabatannya.

Ini negara yang menjunjung tinggi Freedom of Speech atau Kebebasan Berbicara tapi tetap masih ada norma-norma dan hal yang dianggap tabu untuk disinggung. Juga, pejabatnya masih punya rasa malu dan dignity untuk mundur walau dia tak sengaja melakukan itu.

Bagaimana di sini? Sudah jadi tersangka, sudah didemo jutaan massa, tapi masih bebas? Bukannya tahu diri mundur dari jabatannya, malah makin nafsu memburu jabatan. Apa tidak punya rasa malu? Apa tidak punya kehormatan? (pp)

Subhanallah... Terungkap Makna Aksi "212" (QS Al-Baqarah Ayat 12) dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir


KABAR-VIRAL - Aksi Bela Islam Jilid III yang dinanti-nantikan umat Islam seantero penjuru tanah air akhirnya diumumkan secara resmi oleh GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) akan digelar pada hari Jumat, 2 Desember 2016.

Aksi 212 adalah "AKSI IBADAH GELAR SAJADAH - SHOLAT JUMAT SEPANJANG SEMANGGI ISTANA - DOA UNTUK NEGERI".

Ini akan menjadi catatan sejarah Shalat Jumat Terbesar di Dunia di Jalanan. Dengan jumlah massa aksi diperkirakan 4 juta atau 2x jumlah massa Aksi 411.

Dan ternyata dibalik "212" ada makna dahsyat. Surat ke-2 (Al Baqarah) ayat 12 sangat berkaitan erat dengan Aksi Bela Islam selama ini yang dipicu oleh penistaan terhadap surat Al Maidah ayat 51 tentang haramnya menjadikan kafir sebagai pemimpin.

"212" menyoroti mereka-mereka yang menjadikan orang kafir sebagai "awliya" dan saling dukung, yaitu golongan Munafik. Golongan Munafik inilah sesungguhnya duri dalam daging Umat sejak zaman Nabi. Golongan Munafik inilah sesungguhnya musuh yang paling berbahaya, menikam dari dalam. Mulut, sikap dan tindak mereka malah membantu orang kafir penista agama.

Berikut dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir:

Tafsir Surat Al-Baqarah, ayat 11-12

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12) }

11. Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi:" Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."

12. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan tetapi mereka tidak menyadarinya.

As-Sadi di dalam kitab Tafsirnya meriwayatkan dari Abu Malik dan dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas, juga dari Murrah At-Tabib Al Hamdani, dari Ibnu Mas'ud, dan dari sejumlah sahabat Nabi Saw. sehubungan dengan firman-Nya, "Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi,' mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan' (Al-Baqarah: 11)," bahwa mereka adalah orang-orang munafik.

Ibnu Jarir mengatakan, orang munafik adalah mereka yang melakukan kerusakan di muka bumi karena perbuatan maksiat mereka terhadap Tuhannya dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka kerjakan terhadap hal-hal yang dilarang oleh Tuhan. Mereka ragu terhadap agama Allah. Selain itu mereka berdusta terhadap kaum mukmin melalui pengakuan mereka yang menyatakan bahwa dirinya beriman, padahal di dalam batin mereka dipenuhi oleh keraguan dan kebimbangan. Mereka juga membantu orang-orang yang mendustakan Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan kekasih-kekasih-Nya bila mereka menemukan jalan ke arah itu. Yang demikian itulah kerusakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik di muka bumi, dan mereka menduga bahwa perbuatan mereka itu dinamakan perbaikan di muka bumi.

Makna inilah yang dimaksud oleh Hasan Al Basri, bahwa sesungguhnya termasuk menimbulkan kerusakan di muka bumi bila orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai pelindung mereka, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْأَوْلِياءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسادٌ كَبِيرٌ 

"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kalian (hai kaum muslim) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu (yaitu saling tolong dan melindungi diantara mukmin), niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar." (Al-Anfal: 73)

Maka Allah memutuskan (meniadakan) saling tolong antara kaum mukmin dan orang-orang kafir, sebagaimana yang ditegaskan di dalam firman-Nya yang lain, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكافِرِينَ أَوْلِياءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطاناً مُبِيناً

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksa kalian)?" (An-Nisa: 144)

Kemudian dalam ayat berikutnya Allah Swt. berfirman:

إِنَّ الْمُنافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيراً 

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada bagian yang paling bawah dari neraka, dan kalian tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka." (An-Nisa: 145)

Mengingat orang munafik dalam sikap lahiriahnya menunjukkan beriman, perihal yang sebenarnya dapat mengelabui kaum mukmin. Kerusakan yang diakibatkan oleh orang munafik mudah terjadi, mengingat dia dengan mudah dapat membujuk kaum mukmin melalui hasutan yang dilancarkannya. Dengan sembunyi-sembunyi orang-orang munafik bersahabat dengan orang-orang kafir untuk memusuhi kaum mukmin. Padahal seandainya orang-orang munafik tersebut tetap pada pendirian kafirnya, niscaya kejahatan yang ditimbulkannya lebih ringan. Seandainya mereka ikhlas dalam amalnya karena Allah, niscaya mereka beruntung dan beroleh kebahagiaan. Karena itulah Allah Swt. berfirman: Dan bila dikatakan kepada mereka, "Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi Mereka menjawab.”Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." (Al-Baqarah: 11)

Dengan kata lain mereka mengatakan, "Kami bermaksud menjadi juru penengah perdamaian antara kedua golongan, yakni kaum mukmin dan kaum kuffar." Pengertian ini dikatakan oleh Muhammad ibnu Ishaq, dari Muhammad ibnu Abu Muhammad, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan firman-Nya, "Waiza qila lahum la tufsidufil ardi qalu innama nahnu muslihuna," yakni sesungguhnya kami bermaksud melakukan perdamaian di antara kedua golongan, yaitu golongan kaum mukmin dan ahli kitab. Akan tetapi, anggapan mereka itu dibantah oleh firman-Nya: "Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari." (Al-Baqarah: 12).

Dengan kata lain, dapat diartikan "hanya saja hal yang mereka duga sebagai perbaikan dan perdamaian itu justru merupakan kerusakan itu sendiri; tetapi karena kebodohan mereka, mereka tidak merasakan hal itu sebagai kerusakan".

Jadi 2:12 berkenaan dengan perbuatan yang merusak dari orang munafik, karena mereka menjadikan orang kafir sebagai "wali" dengan meninggalkan orang-orang beriman. Itulah sesungguhnya pangkal bencana.

Wallahu'alam. (pp)
__
Rujukan: http://www.ibnukatsironline.com/2014/08/tafsir-surat-al-baqarah-ayat-11-12_8.html

Tradisi Demo Bela Agama di Nusantara Sudah Ada Bahkan Sejak Tahun 1918


KABAR-VIRAL - Pada awal Januari tahun 1918, surat kabar harian bernama “Djawi Hisworo” memuat artikel yang berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Artikel tersebut ditulis oleh Djojodikoro, berjudul “Pertjakapan Antara Martho dan Djojo”.

Dalam artikel itu memuat kalimat bertuliskan, “Gusti Kandjeng Nabi Rasoel minoem AVH, minoem opium, dan kadang soeka mengisep opium.”

Kalimat itu secara jelas menuduh Nabi SAW adalah pemabuk dan suka mengkonsumsi opium.

Sontak, artikel tersebut mendapat reaksi besar dari masyarakat Muslim waktu itu. Salah satu tokoh Islam, yaitu H.O.S (Hadji Oemar Said) Tjokroaminoto bahkan segera membentuk organisasi bernama Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM).

Struktur TKNM ini terdiri dari:
Ketua : HOS Tjokroaminoto
Bendahara: Syekh Roebaja bin Ambarak bin Thalib
Sekretaris : Sosrokardono

Setelah dibentuk, TKNM menyeru kepada masyarakat Indonesia untuk menghadiri perkumpulan besar yang berlokasi di Kebun Raya Surabaya pada 6 Februari 1918.

Perkumpulan ini diadakan sebagai sikap kaum muslim terhadap penghinaan Nabi SAW.

Tahukah berapa kaum muslim yang ikut dalam aksi tersebut? Tidak kurang dari 35.000 orang! Tuntutannya hanya 1, yaitu mendesak pemerintah Hindia Belanda dan Sunan Surakarta untuk segera mengadili Djojodikoro dan Martodarsono (pemilik surat kabar) atas kasus penistaan Nabi SAW.

Di waktu itu, media tidak seperti sekarang. Tidak ada sosial media facebook, twitter, dan tidak ada TV. Radio pun hanya segelintir orang yang punya. TNKM hanya bermodalkan pesan lisan dan media seleberan kertas untuk mengumpulkan massa sebesar itu. Jadi bisa dibayangkan betapa besarnya kemarahan masyarakat Muslim Indonesia mengetahui Nabi mereka dihina.

Jadi demo Bela Agama Islam adalah "tradisi" Umat Islam sejak zaman doeloe kala.

Inilah tradisi "Muslim Nusantara", spirit keagamaan warisan leluhur yang mendudukkan persoalan agama adalah persoalan paling tinggi.

Sehingga kalau sekarang tahun 2016 ini Umat Islam se-nusantara tergerak membela agamanya yang dihina, sesungguhnya merekalah muslim Nusantara sejati. Dan para pemimpin umat yang mengorganisir aksi seperti Habib Rizieq dll, sesungguhnya merekalah pewaris dan penerus perjuangan HOS Tjokroaminoto.

Kalau doeloe HOS Tjokroaminoto membentuk Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM), maka Habib Rizieq dll membentuk Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

Gerakan mereka sama = Membela Agama.

JADI, SIAPA SESUNGGUHNYA YANG NUSANTARA? (pp)

Hallooo?!! Kasus Ahok Bukan Tentang Kebhinnekaan Tapi Tentang Penistaan Agama!


HARI ini tanggal 19 Nopember 2016 direncanakan berlangsung Parade Bhinneka Tunggal Ika di Jakarta.

Acara ini digagas oleh sekelompok orang yang sepertinya menjadi pendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. Justru inilah yang membuat acara parade ini menarik untuk diulas.

Parade Bhinneka Tunggal Ika ini justru lebih kental kandungan provokatifnya daripada semangat kebhinnekaan yang harus dipupuk dan semangat toleransi yang harus dipelihara. Parade ini seperti ingin menunjukkan sebuah perlawanan kepada aksi umat Islam yang menuntut penegakan hukum atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok.

Semoga tidak seperti itu semangatnya dan berharap semangatnya murni tanpa politik. Tapi mungkinkah ini dipisah dari politik melihat para penggagasnya? Secara langsung maupun tidak langsung, parade ini seakan ingin membentuk opini bahwa saat ini ada ancaman terhadap kebhinnekaan, ada kekuatiran terhadap pecahnya kerukunan antar anak bangsa yang beragam agama, suku dan budaya.

Sangat aneh memang jika tuntutan penegakan hukum terhadap penista agama dianggap sebagai ancaman kebhinnekaan. Ini pemikiran tak layak dimunculkan apalagi harus digagas dalam sebuah parade yang justru besar nuansa provikatifnya dan mengipas bara api yang belum padam.

Benarkah ada ancaman terhadap kebinekaan? Coba kita lihat fakta lapangan dengan baik. Adakah kita menemukan ketidaknyamanan penduduk minoritas hidup bermasyarakat di tengah komunitas mayoritas? Adakah minoritas seperti Kristen, Hindu dan Budha dilarang beribadah oleh umat Islam yang mayoritas? Adakah acara-acara keagamaan atau budaya minoritas dilarang dilakukan di tengah publik? Tidak sama sekali. Bahkan budaya Barongsai yang berasal dari China dan bukan budaya asli bangsa ini tidak dilarang dan bebas dilaksanakan kapan saja dimana saja.

Tidak ada ancaman kebinekaan yang sedang terjadi dan tidak akan pernah terjadi di negara ini. Bahkan ketika aksi Bela Islam berlangsung dan ada acara pernikahan di Gereja Katedral, peserta aksi malah membuka jalur untuk iring-iringan pengantin yang jelas minoritas di negara ini.

Ini bukti sahih tidak ada ancaman kebinekaan yang sedang terjadi. Mengaitkan tuntutan penegakan hukum kasus penistaan agama dan aksi Bela Islam dengan ancaman kebhinnekaan adalah pemikiran primitif yang tidak layak ada diera sekarang. Terlalu kuno dan justru bersifat rasis.

Bom di gereja Samarinda juga tidak layak dikaitkan sebagai ancaman terhadap kebinekaan, akan tetapi ancaman terhadap kedaulatan negara karena itu adalah teror yang tujuannya menyerang ideologi bangsa dan bukan menyerang kebinekaan. Ini yang harus dipahami supaya tidak muncul upaya-upaya yang justru menjadi ancaman terhadap kebinekaan. Apapun bentuknya yang cenderung justru akan memanasi situasi harus dihentikan. 

Mestinya parade kebhinnekaan itu tidak dilakukan saat suhu politik mati-matian didinginkan oleh Presiden Jokowi. Presiden bersusah payah menurunkan tensi politik dengan melakukan safari politiknya. Sayangnya ada sekelompok orang yang mungkin didasari niat baik tapi justru mengipas bara yang sudah mulai reda. 

Parade itu terlanjur dinilai sebagai kontra dari aksi bela Islam. Parade itu terlanjur dijustifikasi opini sebagai paradenya para pendukung Ahok yang meski kebenarannya belum tentu demikian. Tapi opini publik sudah menghakimi.

Sebaiknya semua pihak harusnya bisa lebih bijaksana dan bisa lebih menahan diri. Jangan mengaitkan Ahok dengan ancaman kebhinnekaan. Karena kasus Ahok bukan masalah kebinekaan tapi masalah hukum yang melanggar pasal 156 a Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang penistaan agama. Ini yang harus dipahami sehingga jangan ada yang menyeret-nyeret kasus ini kepada masalah kebhinnekaan yang tertanggu. 

Presiden mungkin perlu mengingatkan para pihak yang menggagas parade itu karena bertolak belakang dengan upaya presiden mendinginkan suhu politik yang sedang panas. Semoga tidak memanasi. 

Jakarta, 19 Nopember 2016

Ferdinand Hutahaean
Analis politik dan energi (rmol)

Twit Dukung Ahok, Netizen Ramai-Ramai #UninstallGrab


KABAR-VIRAL - Akun resmi dari penyedia jasa transportasi online, @GrabID kembali menjadi sorotan.

Usai membuat cuitan kontroversinya, pelanggan @GrabID ramai-ramai melakukan aksi #UninstallGrab. Tagar #UninstallGrab ini pun menjadi trending di twitter.

“Sekarang saya juga sudah tidak pakai aplikasi ini lagi 😊#uninstallgrab #deletegrab,” ucap akun @kurawick.

“akun @GrabID ini akun resmi & verified lho, pastinya ga sembarangan bs akses akun ini #UninstallGrab,” kata akun @aldhiraaa.

“Dibalik manfaatmu ternyata engkau penuh dengan topeng. Hasta la vista @GrabID #uninstallgrab,” kata akun @ozie264

“Dulu saya user @gojekindonesia & sudah lama beralih ke @GrabID karena sistem aplikasinya lbh ok. Now, sy #uninstallGrab krn dukung Penista Agama,” kata akun @zulfanfeb.

Aksi #UninstallGrab ini disebut-sebut sebagai bentuk kekecewaan netizen kepada Grab Indonesia karena mendukung penistaan agama.

Pada pukul 9:51, Rabu (16/11/2016), akun twitter resmi Grab Indonesia mengeluarkan pernyataan dukungan pada Ahok.

“Grab Indonesia mendukung @basuki_btp #KamiAhok,” begitu cuit @GrabID.

Namun, tak berapa lama, cuitan itu dihapus. Dan Grab pun langsung mengklarifikasi bahwa ada penyalagunaan akses akun resmi miliknya.

“Sempat terjadi pelanggaran akses akun kami. Grab tidak memihak kepada afiliasi politik mana pun. Mohon maaf atas kesalahpahaman yang ditimbulkan,” ucap akun @GrabID. (ts)

GNPF-MUI Pinta DPR Gunakan Hak Interpelasi, Akom: Harus Ada Persetujuan Anggota


KABAR-VIRAL - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin mengatakan, permintaan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait dengan hak interpelasi harus ada persetujuan dari setiap anggota parlemen.

“Saya sudah jelaskan kepada teman-hak dari GNPF MUI, saya sudah sampaikan bahwa itu hak anggota. Bukan apa, pada posisi pimpinan tidak bisa apa namanya mempelopori,” kata Akom saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Jum’at (18/11).

Akom menyebut mekanisme penggunaan hak interpelasi adalah hak setiap anggota dewan sesuai ketentuan Undang-Undang MD3. “Hak interpelasi yang dimintakan, hak angket yang dimintakan, kemudian pansus, semuanya itu adalah hak anggota, sudah diatur semua mekanismenya seperti itu.”

Oleh karena itu, lanjut Akom apabila tidak ada anggota yang bersedia menggunakan hak tersebut di paripurna, maka permintaan GNPF MUI tidak bisa dipenuhi. Akom kembali menegaskan pimpinan tidak bisa mengarahkan anggotanya untuk menggunakan hak interpelasi.

“Kalau tidak ada anggota yang berinisiatif dan kemudian diproses di dalam keputusan di paripurna, ya tidak ada itu pansus, tidak ada itu penggunaan hak itu.”

Meski demikian, dia memastikan permintaan dari GNPF MUI akan disosialisasikan kepada seluruh anggota dewan. “Yang pasti bahwa kami akan sampaikan informasinya bahwa pimpinan menerima masukan dari gerakan tersebut pada kemarin, diterima oleh lima pimpinan, tentu semuanya, kami hanya dalam posisi menginformasikan.” ( akt)

Diduga, Ahok 'Dipakai' Konspirator Asing untuk Pecah Belah NKRI


KABAR-VIRAL - Patut diduga, calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sengaja dipakai pihak asing sebagai corong untuk memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sinyalemen gawat itu dilontarkan Ketua Qomando Masyarakat Tertindas, Martimus Amin (18/11). “Dapat diduga Ahok memang dipakai sebagai corong pemecah belah bangsa Indonesia. Bagian dari agenda tersembunyi konspirator asing yang tak ingin Indonesia menjadi bangsa bersatu dan hebat,” pungkas Martimus.

Ahok sebagai corong pemecah NKRI bisa dilihat dari fitnah yang diucapkan di media asing Australi terkait massa bayaran yang ikut demo 411. “Pernyataannya yang sangat bersifat fitnah dan asal-asalan ini sengaja disampaikan Ahok untuk mempolitisasi tuntutan hukum umat Islam atas kasus penistaan agama yang dilakukannya. Sekaligus untuk mencoreng krediibitas Indonesia di mata internasional,” tegas Martimus.

Kata Martimus, pernyataan Ahok itu persis seperti yang diekspos oleh LSM komprador asing terkait adanya ribuan korban pemerkosaan etnis keturunan pada peristiwa kerusuhan 1998. Setelah diinvestigasi ternyata tudingan tidak benar sama sekali.

“Karena sangat tidak logis di tengah terjadi kebakaran hebat seseorang mampu melakukan pemerkosaan. Diketahui data diperoleh dari Kedubes AS,” papar Martimus

Menurut Martimus, fitnah pemerkosaan pada 1998 adalah cara warga keturunan yang ingin bekerja di AS supaya mudah mendapat visa, mereka mendaftarkan diri sebagai pemohon suaka politik.

“Kebijakan Negara AS memberikan kemudahan bagi warga negara lain tinggal di negaranya untuk perlindungan politik,” ungkap Martimus. (it)

GNPF-MUI Bantah Aksi Bela Islam III Ingin Kudeta Jokowi


KABAR-VIRAL -  Panglima Lapangan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Munarman membantah anggapan bahwa 'Aksi Bela Islam' jilid III bertujuan mengkudeta Presiden Joko Widodo.

Menurut Munarman, isu tersebut sungguh tidak masuk akal, lantaran yang berhak melakukan kudeta adalah militer yang memiliki senjata, dan bukan massa aksi.

Aksi Bela Islam III ini, tutur dia, hanya meminta adanya penegakan hukum dengan dilakukannya penahanan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

"Kalau ini dikatakan kudeta? Saya jelaskan definisi kudeta itu militer pakai senjata. Justru kalau kita liat ga ada satupun kekuatan bersenjata, kudeta itu kan dilakukan oleh pihak pemerintah sendiri," kata Munarman  di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016).

Jadi, tegas Munarman, bila pemerintah merasa takut dengan Aksi Bela Islam III karena dianggap akan mengkudeta, maka hal tersebut menunjukkan kalau pemerintah salah. Padahal, mengemukakan pendapat dimuka umum telah dijamin oleh konstitusi.

"Jadi tidak boleh ada larangan. Konstitusi dan undang-undang menjami kebebasan berserikat berkumpul dan menyatakan pendapat," jelasnya. (ts)
Kata Sri Mulyani, Cuma Jokowi Presiden yang 'Melototin' Pelabuhan

Kata Sri Mulyani, Cuma Jokowi Presiden yang 'Melototin' Pelabuhan

Kata Sri Mulyani, Cuma Jokowi Presiden yang 'Melototin' Pelabuhan

KABAR VIRAL - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk mendongkrak perekonomian Indonesia.
Meski begitu, dia menegaskan bahwa upaya pemerintah tidak hanya sebatas retorika.
Dari sisi investasi misalnya, peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia mampu naik ke posisi 91.

Hal itu, kata Sri Mulyani, tidak terlepas dari keseriusan pemerintah menekan waktu inap barang di pelabuhan atau dwell time.

"Bicara soal dwell time, Presiden minta harus turun di bawah 4 hari. Saya sudah keliling dunia, enggak ada tuh Presiden (lain) yang betul-betul melototin (pelabuhan)," ujar acara Diskusi Ekonomi 0utlook 2017 di Jakarta, Kamis (17/11/2016) malam.
Sejumlah kepala negara kata perempuan yang kerap disapa Ani itu, memang menginginkan EoDB negaranya bisa naik.

Namun berdasarkan pengamatannya, Ani menilai para kepala negara tersebut tidak seperti Presiden Jokowi.
Menurut Ani, Presiden Jokowi sudah menunjukkan keseriusannya menurunkan dwell time.
Hal itu dilakukan lantaran Presiden menginginkan peringkat EoDB Indonesia naik ke posisi 40.
"Saya tahu Presiden Putin (Rusia) ingin ease doing bisnisnya turun, Prime Minister Modi (India) juga, tapi mereka enggak datang tuh nongkrongin ke pelabuhan, marah-marahin dan turun langsung," kata Ani.
Upaya yang dilakukan Presiden Jokowi itu tutur ia bukti bahwa pemerintah tidak hanya sebatas beretorika tanpa aksi nyata.

Ani juga menyebut ambisi pemerintah untuk mencapai target sangat jelas dengan upaya-upaya yang sistematis.
"Apakah ada proges atau tidak dan seluruh pondasi dari Pemerintahan Jokowi dampaknya enggak hari ini tapi medium term sangat penting bagi ekonomi kita," ucap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.. (TB)

Djarot: Ahok Sudah Tersangka, Trus Mau Apa Lagi?


KABAR VIRAL -  Calon Wakil Gubernur Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyesalkan aksi-aksi penolakan terhadap dirinya saat blusukan di Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/11). Harusnya, setelah duetnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan menjadi tersangka, aksi-aksi penolakan terkait penistaan agama sudah selesai.

"Pak Ahok kan sudah diputus sebagai tersangka, terus mau apa lagi? Berarti sekarang siapa yang menghormati hukum menghargai hukum? Siapa yang memaksakan kehendak? Kami berusaha disini memberikan pendidikan politik yang baik," kata Djarot kepada wartawan sesaat tadi.

Djarot pun menilai, aksi penolakan terhadapnya maupun Ahok sebagai sikap yang tidak dewasa.

"Ini bukti bahwa sebagian dari kita belum dewasa. Kan kasusnya tadi masalah yang tadi saya dengar masalah penistaan agama masalah Pak Ahok," ungkapnya.

Selanjutnya, Djarot meminta KPU, Bawaslu dan juga Panwaslu untuk menindaklanjuti aksi-aksi penolakan yang terjadi.

"Ini sudah masuk ranah pidana. Saya sampaikan bahwa kami ini Pak Ahok dan saya dilindungi oleh UU. Diberikan hak untuk menyampaikan program-program kami, menyapa warga, berdialog dengan warga dan mengecek bagaimana kondisi warga. Jangan karena sekelompok kecil orang memaksakan kehendak. Kami percaya proses hukum itu," tandasnya. (il)

Akan Ada Bukti Baru Penistaan Agama Ahok Yang Akan Di Serahkan Pelapor


[KABAR-VIRAL]      -      Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengatakan, pihak pelapor akan memberikan bukti baru dalam kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kita akan serahkan bukti baru malam ini, selambat-lambatnya besok pagi. Jadi bukti baru itu akan lebih menguatkan karena itu juga atas permintaan beberapa saksi ahli pidana sehingga mereka bisa merubah dari pada persepsi," tuturnya usai gelar perkara di Mabes Pokri, Selasa (15/11/2016).‎

"Jadi, ada beberapa saksi pidana yang menyampaikan pendapat hukumnya hanya melihat satu rekaman saja," terang dia.‎

Rizieq menambahkan, ada beberapa rekaman video Ahok yang diduga menistakan agama yang diserahkan pelapor ke Mabes Polri.

Karenanya, dia meminta semua pihak untuk menunggu hasil gelar perkara hari ini dan sekaligus mengingatkan tidak ada yang melakukan tekanan pada penyidik dalam melakukan proses penyelidikan kasus tersebut.

"Sementara yang kami serahkan ke Mabes Polri ada beberapa rekaman pada rangkaian peristiwa, sehingga beberapa ahli pidana menyampaikan pendapatnya tidak utuh. Karena itu mereka minta itu dilengkapi supaya pendapat mereka jadi utuh," tambahnya.

Sementara itu, dalam gelar perkara, pihak terlapor yang diwakili kuasa hukum Ahok tidak banyak memberikan tanggapan.

Pihak terlapor, kata dia, tidak banyak bicara soal hal baru dalam gelar perkara tersebut.

"Hanya bicara satu entry point saja tidak ada yang baru dari pihak terlapor, hanya mengatakan mereka mengakui peristiwa itu terjadi, peristiwa itu ada, semua barang bukti mereka akui hanya mereka bertahan kalau Ahok tidak ada niat jahat untuk menistakan agama," katanya.‎

Karena itu, ia mengatakan bahwa dalam kasus ini, semua pihak seharusnya melihat seluruh rangkaian rekaman dari berbagai peristiwa yang dilakukan oleh Ahok ketika membicarakan soal Surat Al Maidah Ayat 51 tersebut.

"Itu harus menjadi rangkaian yang utuh supaya nanti terlihat, bagaimana terlihat niat itu ada. Karena mendeteksi niat itu nggak mudah, karena itu kita minta Bareskrim Mabes Polri, pemaparan atau penunjukan penayangan dari barang bukti kepada semua saksi harus utuh," tutupnya. [ts]










Dikhawatirkan Melarikan Diri, Habieb Rizieq Minta Polri Tangkap Ahok


[KABAR-VIRAL]     -     Usai mengikuti gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menegaskan, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak menetapkan Ahok sebagai tersangka.

"Perlu saya sampaikan, dari gelar perkara tadi, di sana ada 14 saksi pelapor, kemudian ada 19 saksi fakta dan ada 39 saksi ahli baik dari bidang agama, hukum pidana, maupun bidang bahasa dan sebagainya. Dan kemudian juga ditambah ada 16 alat bukti," beber Habib Rizieq di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, (15/11/2016).

Rizieq menyebut, kelengkapan saksi dan alat bukti serta paparan argumentasi hukum yang disampaikan oleh para ahli, sudah tidak ada alasan lagi bagi pihak kepolisian kecuali segera menetapkan Ahok sebagai tersangka.

"Karenanya, kami meminta Mabes Polri bisa segera menyimpulkan dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan hari ini dan bisa membeberkan hasil tersebut secepatnya," ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta penyidik segera menangkap dan menahan Ahok sebagaimana diatur dalam pasal KUHP pidana yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Alasan lain, lanjut Habib Rizieq, Ahok bisa melarikan diri ke luar negeri mengingat jabatan dan posisinya saat ini.

"Ini kasus telah menarik perhatian hingga dunia internasional," katanya.

"Makanya, polisi jangan kasih kesempatan Ahok melarikan diri, mari kita selamatkan keutuhan NKRI, kita harus menjaga kebhinekaan kita, kita harus menegakkan supremasi hukum jangan sampai keselamatan bangsa ini kita gadaikan hanya gara-gara egoisme dari segelintir orang yang ingin melindungi penista agama," tandasnya.  [ts]












Hot! Gelar Perkara Kasus Ahok Telah Dilakukan, Hasilnya Diumumkan Besok Rabu Pukul 10 Pagi


[KABAR-VIRAL]      -      Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan tengah merumuskan hasil gelar perkara dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki T Purnama alias Ahok. Ia memastikan hasil gelar perkara akan diumumkan besok Rabu selambatnya pukul 10 pagi.

"(Hasil) masih dalam proses perumusan. Dari gelar perkara tadi, kami menampung keterangan-keterangan tambahan dari saksi," kata Komjen Ari di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11) malam.

Gelar perkara kasus Ahok yang dilaksanakan di Gedung Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri dimulai pada Selasa pukul 09.30 WIB, berakhir pada pukul 18.30 WIB petang. Sementara Ahok sebagai terlapor tidak hadir dalam gelar perkara tersebut karena berbenturan dengan jadwal kampanye.

Gelar perkara dihadiri oleh para pelapor, tim kuasa hukum terlapor sebagai perwakilan terlapor, saksi ahli dari kedua belah pihak dan saksi ahli yang ditunjuk Bareskrim. Lima orang pelapor kasus Ahok yang menghadiri gelar perkara tersebut yakni Habib Novel Chaidir Hasan, Syamsu Hilal, Irena Handono, Habib Muchsin Alatas, dan Pedri Kasman.

Sementara dari pihak terlapor, diwakili satu orang dari tim kuasa hukum Ahok yakni Sirra Prayuna.
Sementara jumlah saksi ahli yang hadir dalam gelar perkara ada sebanyak 16 saksi ahli terdiri atas enam saksi ahli dari pelapor, lima saksi ahli dari terlapor dan lima saksi ahli yang ditunjuk penyidik Bareskrim.

Salah satu saksi ahli bidang agama dari pihak pelapor yang hadir adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Sementara perwakilan dari lembaga terkait yang hadir sebagai pengawas di antaranya tiga orang perwakilan Ombudsman RI dan tiga anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Ada pun dari unsur internal Polri yang hadir dalam gelar perkara tersebut yakni dari Profesi dan Pengamanan (Propam), Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) serta Biro Pengawasan dan Penyidikan (Wasidik). Melalui gelar perkara ini, penyidik akan memutuskan tentang kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus tersebut dan jika ada maka kasus ini akan dilanjutkan ke proses penyidikan. [rpk]









Miris! Aksi 411 Dituduh Ditunggangi, KH Hasyim Muzadi: Sulit Diterangkan kepada yang Tidak Percaya Al-Quran


[KABAR-VIRAL]      -    KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) mengatakan gerakan jutaan massa pada aksi Bela Islam 4 November 2016 lalu adalah bukti dari kedahsyatan energi Al-Quran.

Maka hal ini akan sulit diterangkan kepada kalangan yang tidak mempercayai al-Quran.

"Gerakan tersebut hanya bisa dimengerti, dirasakan, dan diperjuangkan oleh orang yang memang mengimani al-Quran. Tentu sangat sulit untuk diterangkan kepada mereka yang tidak percaya kepada al-Quran, berpikiran atheis, sekuler, dan liberal," ujar Kyai Hasyim dalam tulisannya yang dimuat Antara.

Kenapa? Kyai Hasyim menjelaskan karena mereka jangan lagi memahami energi al-Quran , menerima al-Quran pun belum tentu bisa. Sehingga perdebatan antara keimanan kepada al-Quran dan ketidak percayaan kepada kitab suci tersebut hanya akan melahirkan advokasi bertele-tele dan berbagai macam rekayasa serta akan banyak menyita waktu.

"Al-Quran adalah kitab suci, sekaligus kitab pembeda (Al-Furqon) yang membedakan antara yang hak dan yang bathil. Maka, tak heran kalau kemudian kelihatan di kalangan umat sendiri mana yang bertindak sebagai pejuang, sebagai pengikut perjuangan yang ikhlas tanpa pamrih, yang mengambil posisi memanfaatkan keadaan (kepentingan duniawi sesaat), dan mana yang menyelewengkan Al-Quran," ungkap Kyai Hasyim.

Kyai Hasyim mengakui bahwa gerakan suci membela al-Quran ini tidak akan lolos dari pihak tertentu melakukan politisasi.

"Di era demokratisasi politik di Tanah Air, gerakan pembelaan umat Islam terhadap Al-Quran tidak akan lolos dari upaya pihak-pihak tertentu dalam melakukan politisasi yang tujuannya membelokkan dan mengaburkan tujuan suci tersebut," papar pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Depok, Jawa Barat ini.

Kyai Hasyim melanjutkan, adapun perdebatan tentang siapa dalang, atau provokator, atau penunggangan politik, sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi sebagai isu yang harus diangkat atau dikedepankan, demi kesatuan dan persatuan di dalam wadah NKRI.

"Lebih bermanfaat kalau kita fokus kepada kewajiban negara dalam melindungi hak yang adil bagi kaum Muslimin di Indonesia sehubungan dengan adanya penistaan Al-Quran tersebut yang harus diproses menurut hukum negara (Undang-undang No 1. Tahun 1965)," terang Kyai Hasyim. [vic]